Jumat, 27 Januari 2012

Tahun Baru Imlek


Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa:正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea,MongoliaNepalBhutanVietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia,Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Sabtu, 21 Januari 2012

Pusaka tantra

Pusaka tantra adalah perkumpulan barong sai dari Kuta-Bali. Pusaka Tantra memiliki anggota lebih dari 50 orang, kebanyakan pemain dari Pusaka Tantra adalah anak remajaAnggota paling kecil kelompok barongsai ini bahkan masih SD. Namun sebagian besar sudah SMA atau malah bekerja. Pusaka Tantra berlatih di Vihara Dharmayana Kuta. Kelompok barongsai Pusaka Tantra ini ini pun baru hidup setelah zaman Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur memberikan kesempatan pada warga Tionghoa untuk merayakan Imlek kembali. Kelompok dasar berlatih di lantai atau menggunakan bangku sedangkan kelompok yang lebih tinggi menggunakan tabung bambu, dari yang sekitar 30 cm sampai 2 meter. Tingkat kesulitan tiap kelompok berbeda. Makin tinggi kelompoknya makin tinggi pula kesulitannya. Warga Banjar Dharma Semadhi Kuta mendirikan kelompk barongsai pada April 2002. Saat baru berdiri, mereka belajar dari guru di salah satu perguruan silat di Denpasar. Pelatih kelompok ini sempat berganti-ganti sebelum kemudian tetap dengan satu pelatih yang hanya kadang-kadang didatangkan dari Madiun, Jawa Timur. Kelompok barongsai ini pernah mendapat juara II kategori dasar dalam lomba barongsai oleh Persatuan Pengusaha Warga Guanhzhou di Bali pada Desember 2003 lalu. Tahun lalu, mereka juga mendapat juara II dan juara harapan II pada lomba barongsai di Semarang, Jawa Tengah.

Barong Sai



Barong sai mulai ada sejak zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Pada saat itu pasukan dari raja Song Wen kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah  raja Fan Yang dari negri Lin Yi. Seorang panglima bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan. Dan ternyata upaya itu sukses. Tarian Barong Sai terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’.
Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengangerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki. Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.